Hamas Desak Dunia Tekan Israel, Minta Komite Administratif Independen Segera Masuk Gaza

Ilustrasi - Israel kembali serang Gaza awal 2026. Meski Board of Peace (BoP) terbentuk, aksi nyata nol besar. Simak kritik pedas tentang "damai versi PowerPoint" ini. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Hamas desak dunia tekan Israel izinkan Komite Administratif Independen pimpinan Ali Shaath masuk Gaza. Hazem Qassem sebut pembicaraan damai bisa sia-sia.(Dok. Ist)

“Pembicaraan gencatan senjata tidak ada artinya jika Israel terus melanjutkan operasi militer di seluruh Jalur Gaza,” tambahnya.

Ia menuding pemerintah Israel secara sengaja mengabaikan kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya, yang semakin memperkeruh situasi di lapangan.

Mengenal Komite Administratif Pimpinan Ali Shaath

Sebagai informasi, badan atau Komite Administratif Independen yang dimaksud adalah sebuah komite teknokratis yang dibentuk pada pertengahan Januari lalu. Pembentukan komite ini diinisiasi oleh tiga negara, yakni Mesir, Qatar, dan Turkiye, dengan tujuan khusus untuk mengelola tata kelola pemerintahan di Gaza selama periode transisi.

Komite ini dipimpin oleh Ali Shaath, sosok yang dikenal sebagai insinyur veteran sekaligus mantan wakil menteri perencanaan di Otoritas Palestina. Rekam jejak Ali Shaath diharapkan mampu membawa manajemen yang profesional dalam memulihkan kondisi Gaza pascakonflik.

Baca Juga: Tolak Gencatan Senjata dengan Hamas, Menteri Keamanan Israel Mundur dari Jabatan

Status Terkini Kesepakatan Damai

Situasi di Gaza saat ini masih berpegang pada kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Pada fase awal, kesepakatan ini difokuskan pada pertukaran tahanan dan penyaluran bantuan kemanusiaan yang mendesak.

Namun, terdapat usulan tahap kedua dari rencana perdamaian tersebut yang lebih komprehensif. Usulan ini menyerukan penarikan penuh militer Israel dari wilayah Gaza, pelucutan senjata, serta dimulainya proses rekonstruksi besar-besaran yang berada di bawah otoritas pemerintahan transisi atau komite yang telah dibentuk tersebut.

(Natash)