Faktakalbar.id, GAZA – Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengeluarkan pernyataan tegas pada Sabtu (7/2), mendesak tokoh-tokoh internasional untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel.
Desakan ini berkaitan dengan izin operasional bagi Komite Administratif Independen Palestina agar dapat segera bekerja di Jalur Gaza.
Baca Juga: Hamas dan Israel Bebaskan Sandera dalam Perjanjian Gencatan Senjata
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyoroti lambatnya respons dari pihak-pihak terkait. Ia menilai bahwa kegagalan komunitas internasional, para mediator, serta Amerika Serikat dalam memfasilitasi masuknya komite tersebut ke Gaza telah berdampak buruk.
Hal ini dianggap meruntuhkan kepercayaan terhadap berbagai upaya diplomatik yang bertujuan menjaga ketenangan dan mencapai perdamaian.
Menurut Qassem, keberadaan dewan pemerintahan atau komite ini sangat vital untuk menstabilkan daerah kantong yang porak-poranda tersebut. Oleh karena itu, ia menantang semua pihak untuk tidak sekadar beretorika.
“Membuktikan kredibilitas klaim mereka melalui langkah-langkah praktis,” tegas Qassem.
Langkah praktis yang dimaksud harus dimulai dengan memberikan akses penuh kepada komite tersebut untuk beroperasi di Gaza serta menjamin keberhasilan mandat mereka pada tahapan krusial berikutnya.
Ancaman terhadap Proses Gencatan Senjata
Dalam keterangannya, Qassem juga memberikan peringatan keras terkait kelanjutan negosiasi damai. Ia menilai dialog yang sedang berlangsung akan sia-sia jika agresi militer masih terjadi.
















