Didominasi Bencana Hidrometeorologi Basah, BNPB Rilis Data Banjir Sumbawa hingga Longsor Wonosobo

Kondisi banjir yang melanda Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (7/2). Sumber foto: BPBD Kabupaten Sumbawa.
Kondisi banjir yang melanda Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (7/2). (Dok. BPBD Kabupaten Sumbawa)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rangkuman peristiwa kebencanaan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode akhir pekan ini.

Berdasarkan laporan yang dihimpun mulai Sabtu (7/2) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (8/2) pukul 07.00 WIB, kejadian alam di tanah air didominasi oleh Bencana Hidrometeorologi Basah.

Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Minta Pemda Siaga Pasca Rentetan Kejadian Bencana Terbaru

Rentetan peristiwa ini mencakup banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang yang melanda beberapa provinsi, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat.

Peristiwa yang menelan korban jiwa dilaporkan terjadi di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.

Hujan dengan intensitas tinggi pada Sabtu (7/2) sore memicu tanah longsor di Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono. Material longsor menimpa permukiman warga dan mengakibatkan fatalitas.

Data BNPB mencatat satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka ringan akibat tertimbun material longsor dalam insiden tersebut.

Sementara itu, dampak masif dirasakan di wilayah timur Indonesia. Banjir bandang menerjang Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (7/2).

Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras dengan durasi panjang yang mengguyur wilayah tersebut.

Bencana ini meluas hingga ke sepuluh desa di Kecamatan Empang. Berdasarkan pendataan sementara, banjir bandang berdampak pada 4.572 warga dan merendam sedikitnya 1.143 unit rumah.

Hingga laporan ini diturunkan, BPBD Kabupaten Sumbawa masih terus melakukan kaji cepat dan pemantauan intensif di lokasi terdampak.

Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Catat Rentetan Banjir dan Longsor di Jawa hingga Nusa Tenggara

Selain banjir dan longsor, angin kencang juga melanda dua wilayah di Pulau Jawa. Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, angin kencang pada Jumat (6/2) sore menyebabkan 18 unit rumah warga rusak dan berdampak pada 18 kepala keluarga. Penanganan telah dilakukan dan kondisi kini kondusif.

Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu (7/2) sore. Angin kencang merusak delapan unit rumah warga di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, dan berdampak pada 45 jiwa.

Menyikapi rentetan kejadian ini, BNPB mengingatkan bahwa Indonesia masih berada dalam fase musim penghujan yang rawan memicu Bencana Hidrometeorologi Basah.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di zona rawan.