Sinergi Karantina dan Imigrasi, Pengisian Aplikasi All Indonesia di Bandara Supadio Tembus 100 Persen

Kepala Karantina Kalimantan Barat, Ferdi, melakukan pertemuan koordinasi strategis bersama jajaran Imigrasi terkait penerapan aplikasi All Indonesia di Bandara Supadio. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Kepala Karantina Kalimantan Barat, Ferdi, melakukan pertemuan koordinasi strategis bersama jajaran Imigrasi terkait penerapan aplikasi All Indonesia di Bandara Supadio. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Sinergi strategis antara Karantina dan Imigrasi di Bandara Internasional Supadio membuahkan hasil yang gemilang.

Tingkat pengisian aplikasi All Indonesia oleh penumpang internasional kini mencatatkan rekor sempurna sebesar 100 persen.

Baca Juga: Naik Tipe C, Sujiwo Tekankan Status Baru RSUD Kubu Raya Harus Linier dengan Kualitas Layanan

Capaian ini menjadi tonggak sejarah baru dalam digitalisasi pengawasan di pintu masuk negara wilayah Kalimantan Barat.

Aplikasi All Indonesia merupakan platform resmi pemerintah yang mengintegrasikan berbagai deklarasi kedatangan dalam satu sistem digital terpadu. Sistem tersebut mencakup urusan imigrasi, bea cukai, kesehatan, hingga karantina.

Kehadiran inovasi ini bertujuan memberikan kemudahan akses bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) saat memasuki wilayah tanah air.

Dalam penerapannya, seluruh penumpang diwajibkan menyelesaikan pengisian data maksimal tiga hari sebelum waktu kedatangan, baik melalui situs web resmi maupun aplikasi seluler.

Proses verifikasi data kini berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Langkah digital ini terbukti memperkuat fungsi pengawasan serta deteksi dini terhadap potensi risiko yang dibawa oleh pelintas batas.

Baca Juga: Perketat Perbatasan di Awal Tahun, Karantina Aruk Tahan Puluhan Bibit dan Daging Olahan Ilegal

Kepala Balai Karantina Kalimantan Barat, Ferdi, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah manis dari koordinasi lintas instansi yang solid di lapangan.