Terpapar “True Crime Community”, Siswa SMP di Kubu Raya Pelaku Pelemparan Molotov

Barang bukti berupa gas portabel yang dimodifikasi dengan paku dan senjata tajam yang diamankan petugas dari tangan siswa pelaku teror di Sungai Raya.
Barang bukti berupa gas portabel yang dimodifikasi dengan paku dan senjata tajam yang diamankan petugas dari tangan siswa pelaku teror di Sungai Raya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri turun tangan menangani kasus Aksi Teror di Sekolah yang dilakukan oleh seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa (3/2/2026).

Langkah ini diambil setelah aparat menemukan bukti bahwa tindakan nekat tersebut bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan hasil paparan doktrin radikal dari komunitas digital.

Baca Juga: FKDM Kalbar Soroti Insiden Bom Molotov di SMPN 3 Kubu Raya, Desak Evaluasi Pola Pendidikan

Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa pelaku merupakan pengikut aktif True Crime Community (TCC).

Kelompok ini dikenal sebagai komunitas daring yang kerap mengonsumsi, mengagungkan, dan menyebarkan konten-konten kekerasan ekstrem.

Fenomena ini dinilai sangat berbahaya karena menargetkan remaja yang labil. Pola serupa sebelumnya juga terdeteksi memengaruhi aksi kekerasan seorang siswa di SMAN 72 Jakarta beberapa bulan lalu.

Hal ini menunjukkan adanya tren di mana ideologi kekerasan mulai menjalar ke institusi pendidikan melalui gawai.

Dalam penggerebekan pascakejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang telah dimodifikasi untuk tujuan melukai, bahkan mematikan.

Barang bukti tersebut antara lain lima unit gas portabel yang dimodifikasi ekstrem dengan merekatkan petasan, paku, dan pisau di bagian sampingnya.

Selain itu, ditemukan enam botol bom molotov siap ledak berisi bahan bakar minyak dan sebilah pisau sebagai senjata cadangan.

Beruntung, tragedi besar dapat dihindari karena bom molotov gagal terpicu, meski satu siswa dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan petasan.

Densus 88 kini fokus mendampingi Polda Kalbar untuk memetakan jaringan TCC di kalangan pelajar serta melengkapi alat bukti.