Sikapi Konflik Palestina, Prabowo Ambil Langkah Realistis Terkait Board of Peace

Mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, serta tokoh senior diplomasi nasional menyampaikan keterangannya usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, (4/2/2026). Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, serta tokoh senior diplomasi nasional menyampaikan keterangannya usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, (4/2/2026). (Dok: BPMI Setpres)

“Jadi kita ikut serta dalam Board of Peace ini setelah melalui dua rangkaian konsultasi di antara negara-negara berpenduduk mayoritas Islam atau negara Islam,” ujar Hassan.

Hassan juga menekankan bahwa penyelesaian konflik tidak harus terpaku pada kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Upaya di luar PBB tidak perlu dipandang negatif selama tujuannya jelas untuk kemanusiaan.

“Dengan kata lain, kita tidak perlu apriori. Ada proses di luar kerangka PBB dan itu tidak perlu ditafsirkan secara negatif. Sepanjang itu menghasilkan tentunya,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Hassan menegaskan bahwa Indonesia memiliki kedaulatan penuh untuk menentukan keberlanjutan keterlibatannya. Fokus utama pemerintah tetap pada niat tulus membantu rakyat Palestina.

“Kita juga punya kedaulatan untuk memutuskan apakah kita akan terus lanjut atau tidak, tergantung kepada bagaimana proses ini nanti berjalannya sesuai dengan niatan kita yang sesungguhnya yaitu membantu rakyat Palestina,” pungkas Hassan.

(*Red)