Pontianak Catat Inflasi Terendah se-Kalbar Januari 2026

TPID Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadan dan Idulfitri. (Dok: Pemkot Pontianak)
TPID Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadan dan Idulfitri. (Dok: Pemkot Pontianak)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai perkembangan harga konsumen di Kalimantan Barat. Berdasarkan data tersebut, Kota Pontianak mencatat angka inflasi tahunan (year on year) sebesar 2,74 persen per Januari 2026, terendah di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Angka inflasi Pontianak berada di bawah rata-rata inflasi Provinsi Kalimantan Barat. Provinsi Kalbar mencatat inflasi sebesar 3,33 persen pada periode yang sama.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menyampaikan data tersebut setelah mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan Barat.

Baca Juga: Pontianak Promosikan Kriya Unggulan di INACRAFT 2026, Buka Peluang Pasar Internasional

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, memimpin rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Keriang Bandong, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Kamis (5/2/2026).

“Pengendalian inflasi tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan harus menjalin kerja sama kuat agar masyarakat tetap menikmati harga kebutuhan pokok yang stabil,” kata Bahasan.

BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month) Kota Pontianak pada Januari 2026 sebesar 0,07 persen. Angka yang sama, 0,07 persen, juga tercatat untuk inflasi tahun kalender (year to date).

Menanggapi data tersebut, Bahasan meminta jajarannya tetap memantau situasi pasar. Ia menyoroti kedatangan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dalam waktu dekat, mulai dari Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri. Permintaan pasar biasanya meningkat pada momen-momen tersebut.