Manuver Dini Jelang 2029: PAN Dorong Zulhas Dampingi Prabowo dengan Dalih ‘Mesin Partai’

"Waketum PAN Eddy Soeparno dorong duet Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029. Alasan dongkrak suara partai dan manfaatkan penghapusan presidential threshold jadi sorotan."
Waketum PAN Eddy Soeparno dorong duet Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029. Alasan dongkrak suara partai dan manfaatkan penghapusan presidential threshold jadi sorotan. (Dok. Ist)

Eddy menyoroti dihapuskannya ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebagai momentum bagi partai politik untuk lebih agresif mengajukan kader sendiri, tanpa terkekang syarat persentase kursi yang ketat seperti pemilu sebelumnya.

“Partai politik sekarang memiliki kesempatan untuk bisa mengajukan kader-kadernya dengan tidak ada presidential threshold. Tentu saya mau dukung Pak Zulhas,” tegasnya.

Sebagai landasan legitimasi dukungan tersebut, PAN menggunakan narasi loyalitas. Eddy menegaskan posisi PAN sebagai satu-satunya partai di luar Gerindra yang secara konsisten mendukung Prabowo dalam tiga kali pemilihan presiden berturut-turut.

“Kita sudah mendukung Pak Prabowo tiga kali, keempat kalinya itu sudah jadi jawaban kita. Bagi kita, itu sudah pilihan natural,” kata Eddy.

Pernyataan ini seolah menjadi sinyal tawar-menawar politik (bargaining position) PAN kepada Prabowo untuk Pilpres 2029, meskipun sebelumnya sempat beredar wacana dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengenai keberlanjutan pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode.

Hingga saat ini, Eddy menyebut keputusan resmi terkait paket capres-cawapres belum final, namun arah dukungan PAN untuk kembali mengusung Prabowo sebagai calon presiden sudah dipastikan.

Baca Juga: Buka Rakornas 2026, Prabowo Tuntut Sinergi Pusat-Daerah di Tengah Klaim Keberhasilan Awal RPJMN

(Nala)