Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Minta Pemda Siaga Pasca Rentetan Kejadian Bencana Terbaru

Fenomena tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Selasa (3/2).
Fenomena tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Selasa (3/2). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait sejumlah Kejadian Bencana yang melanda wilayah Indonesia pada awal Februari 2026.

Laporan yang dihimpun sejak Selasa (3/2) hingga Rabu (4/2) pukul 07.00 WIB ini mencatat rentetan peristiwa hidrometeorologi, mulai dari tanah bergerak, tanah longsor, hingga banjir bandang.

Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Catat Rentetan Banjir dan Longsor di Jawa hingga Nusa Tenggara

Laporan pertama menyoroti fenomena tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Selasa (3/2) dini hari.

Insiden yang dipicu hujan berintensitas tinggi pada kontur tanah miring ini berdampak serius di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara.

Sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) atau 470 jiwa terdampak langsung. Akibatnya, 10 KK dan 526 santri terpaksa mengungsi di dua titik aman.

Kerusakan infrastruktur tercatat meliputi 12 rumah rusak berat, 7 rusak sedang, dan 2 rusak ringan.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal melaporkan kerusakan pada fasilitas publik, termasuk enam unit fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, tempat ibadah, bendungan, dan jembatan.

“BPBD setempat masih melakukan asesmen dan penanganan darurat, seperti pengaktifan pos komando dan pos pengungsian. Hasil analisis BPBD menunjukkan potensi gerakan tanah masih tinggi di kawasan tersebut,” tulis laporan BNPB.

Peristiwa memilukan juga terjadi di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tanah longsor menimbun area penambangan timah rakyat di Desa Pemali pada Senin (2/2).

Insiden ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, sementara empat orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan yang mengerahkan tiga unit ekskavator.