“Kehadiran mereka di garda terdepan penjagaan hayati negara ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan wujud nyata sinergi antara instansi pemerintah dan lembaga pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan memahami pentingnya biosekuriti di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia,” tambahnya.
Program edukasi perbatasan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi siswa SMKN 1 Jagoi Babang untuk mengeksplorasi potensi karier mereka di masa depan.
Dengan membekali mereka pengalaman praktis di Karantina Kalbar, para siswa kini memiliki pandangan yang lebih luas dan pemahaman mendalam mengenai pentingnya perlindungan sumber daya alam hayati di Indonesia.
(FR)
















