Faktakalbar.id, NASIONAL – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis Laporan Kejadian Bencana terkini yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Berdasarkan data yang dihimpun per Selasa (3/2/2026) pukul 07.00 WIB, rentetan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan angin kencang dilaporkan terjadi di Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Catat Rentetan Banjir dan Longsor di Jawa hingga Nusa Tenggara
Laporan pertama mencatat kejadian banjir di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, akibat curah hujan tinggi pada Senin (2/2/2026).
Banjir ini melanda Desa Mulyoasri, Kecamatan Bumiagung, yang mengakibatkan 20 unit rumah dan 15 hektare lahan sawah terendam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Sementara itu, dampak banjir yang cukup luas terjadi di Pulau Jawa. Di Provinsi Jawa Tengah, banjir melanda Kabupaten Pekalongan pada Senin sore.
Genangan air dengan ketinggian 10 hingga 80 sentimeter merendam 11.582 unit rumah warga.
Bencana ini tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Siwalan, Buaran, Tirto, Wonokerto, dan Wiradesa.
Hingga kini, koordinasi intensif terus dilakukan dengan dinas terkait guna menyalurkan bantuan dan memantau penyurutan air.
Di Provinsi Jawa Timur, cuaca ekstrem memicu dua jenis bencana berbeda. Banjir bandang menerjang Kecamatan Panti dan Rambipuji di Kabupaten Jember pada Senin (2/2/2026) siang.
Baca Juga: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Caringin Bogor, BNPB Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Insiden ini mengakibatkan satu orang warga dilaporkan hanyut terbawa arus dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Selain banjir bandang, angin kencang juga dilaporkan menerjang Kabupaten Sampang pada Minggu (1/2/2026).
Peristiwa ini merusak 28 unit rumah warga di Kecamatan Camplong dan Sampang, mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap.
Warga setempat kini telah bergotong royong memperbaiki kerusakan karena situasi dinilai sudah kondusif.
Beralih ke wilayah timur, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (30/1/2026).
Sebanyak 145 unit rumah di Desa Ekas Buana, Desa Kwang, dan Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, terdampak genangan air.
Merespons rangkaian kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengambil langkah cepat.
Gubernur menetapkan status tanggap darurat bencana yang berlaku mulai 19 Januari hingga 18 April 2026 untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan wilayah terdampak.
Baca Juga: Update Bencana 24 Januari 2026: Banjir Terjang Bogor hingga Sumbawa, BNPB Ingatkan Cuaca Ekstrem
Menyikapi peningkatan intensitas bencana di awal bulan ini, BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.
















