Faktakalbar.id, SURABAYA – PT PAL Indonesia bersiap melaksanakan tahapan krusial dalam pengembangan teknologi pertahanan bawah air nasional.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis ini menjadwalkan Sea Trials atau uji coba laut untuk Kapal Selam Otonom (KSOT) pada tahun 2026, Senin (02/2/2026).
Baca Juga: Gebrakan Militer! PT PAL Rilis Senjata Laser Portabel Pertama di Dunia, Jarak Tembak 500 Meter
Langkah ini bertujuan untuk memverifikasi keandalan teknologi kapal selam nirawak tersebut secara menyeluruh.
Fokus utama pengujian meliputi aspek algoritma otonom yang berbasis Artificial Intelligence (AI) serta keandalan sistem komunikasi bawah air.
Pemilihan tahun 2026 sebagai momen pelaksanaan uji coba didasari oleh kebutuhan mendesak untuk menguji ketangguhan KSOT di lingkungan perairan tropis Indonesia yang dikenal menantang.
Kondisi laut dengan suhu hangat dan tingkat salinitas tinggi diketahui dapat mengganggu sinyal sonar dan komunikasi akustik.
Oleh karena itu, uji coba ini akan menjadi pembuktian vital apakah sistem navigasi AI yang ditanamkan mampu mendeteksi rintangan dan beroperasi mandiri secara efektif di tengah gangguan alami tersebut.
Keberhasilan pengembangan KSOT diproyeksikan menjadi lompatan besar bagi kemandirian alat utama sistem senjata (alutsista) nasional.
Kapal selam canggih ini dirancang khusus untuk menjalankan misi berisiko tinggi, seperti pengintaian (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance/ISR).
Hebatnya, KSOT ini diklaim memiliki daya tahan operasional hingga enam bulan, setara dengan standar kapal selam otonom milik negara-negara maju.
Inovasi ini menegaskan komitmen PT PAL dalam menghadirkan solusi pertahanan modern yang mampu menjaga kedaulatan maritim NKRI tanpa harus membahayakan keselamatan awak prajurit.
(FR)
















