Tradisi Masyarakat Indonesia Sambut Malam Nisfu Syaban

Ilustrasi - Masyarakat Indonesia memiliki cara unik menyambut Nisfu Syaban, salah satunya tradisi ziarah makam leluhur. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Masyarakat Indonesia memiliki cara unik menyambut Nisfu Syaban, salah satunya tradisi ziarah makam leluhur. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Masyarakat muslim di Indonesia memiliki cara unik dan beragam dalam menyambut datangnya malam Nisfu Syaban.

Malam pertengahan bulan Syaban yang jatuh pada malam ini, Senin (2/2/2026), tidak hanya berisi ritual ibadah di dalam masjid, tetapi juga menghadirkan tradisi sosial yang mempererat tali persaudaraan.

Akulturasi antara nilai agama dan budaya lokal melahirkan berbagai tradisi yang sarat makna. Umat Islam di berbagai daerah memaknai malam pengampunan ini dengan kegiatan yang berorientasi pada kesalehan sosial, seperti berbagi makanan dan mendoakan para leluhur.

Baca Juga: Urutan Baca Yasin dan Niat Puasa Nisfu Syaban

Tradisi Mengunjungi Makam Leluhur

Salah satu pemandangan umum menjelang Nisfu Syaban adalah ramainya area pemakaman umum. Masyarakat Jawa mengenal tradisi ini dengan sebutan Nyadran atau Ruwahan.

Warga membersihkan makam orang tua atau kerabat dan memanjatkan doa serta tahlil di lokasi tersebut.

Para ulama menjelaskan bahwa ziarah kubur pada bulan Syaban memiliki substansi pengingat akan kematian sebelum manusia menghadapi bulan suci Ramadan. Kegiatan ini melatih kepekaan hati agar manusia tidak terlena dengan urusan duniawi.

Ziarah kubur juga menjadi sarana bagi anak untuk berbakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia melalui kiriman doa.