Rhenald Kasali: Mau Menang Pertarungan, Media Harus Jadikan Big Data Fondasi Keputusan

Rhenald Kasali berbicara mengenai pentingnya big data bagi industri media dalam diskusi kolaborasi AMSI dan DIR di Jakarta. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Rhenald Kasali berbicara mengenai pentingnya big data bagi industri media dalam diskusi kolaborasi AMSI dan DIR di Jakarta. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Hari ini kita bisa membaca lebih baik dan hari ini kita bisa memperteguh peran pers dengan memanfaatkan data sebaik mungkin,” kata Rhenald.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Suara.com sekaligus Wakil Ketua Umum AMSI, Suwarjono, menyoroti bahwa pendekatan berbasis data adalah prasyarat mutlak bagi media untuk tetap relevan dan berpihak pada publik.

“Pendekatan bisnis media berbasis data bukan sekadar alat bertahan, melainkan prasyarat agar media tetap berpihak pada kepentingan publik di tengah tantangan etika, kepercayaan, dan risiko manipulasi informasi di era digital,” tegas Suwarjono.

Diskusi ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama diseminasi riset antara DIR dan AMSI.

Penandatanganan dilakukan oleh CEO DIR, Adi Prasetya, dan Suwarjono mewakili AMSI.

Adi Prasetya berharap kolaborasi ini memberikan nilai tambah bagi ekosistem media di Indonesia.

Media anggota AMSI nantinya dapat memanfaatkan peluang bisnis bersama, seperti pemantauan media (media monitoring) dan konsultansi komunikasi berbasis big data.

“DIR berharap kerja sama ini memberi added value bagi kedua pihak. DIR meluaskan publikasi dan diseminasi hasil riset-riset media dan sosial media yang penting diketahui publik, pelaku bisnis, media, dan para pengambil keputusan,” pungkas Adi.

(FR)