CEO Danantara: Investor Asing Berpeluang Miliki Saham Bursa Efek Indonesia

CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut demutualisasi Bursa Efek Indonesia buka peluang bagi investor asing dan SWF untuk memiliki saham BEI. (Dok. Ist)
CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut demutualisasi Bursa Efek Indonesia buka peluang bagi investor asing dan SWF untuk memiliki saham BEI. (Dok. Instagram/@rosanroeslani)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Pemerintah tengah mempercepat proses demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditargetkan rampung pada tahun 2026.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa proses ini membuka peluang bagi perusahaan asing untuk menjadi pemegang saham di bursa tersebut.

Baca Juga: Bawa Dana Rp 2 Triliun, Investor Asing Buru Saham Indonesia

Demutualisasi merupakan transformasi status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO) menjadi entitas perusahaan komersial.

Langkah ini bertujuan memisahkan kepentingan antara pengelola bursa dengan anggota bursa guna meningkatkan transparansi dan profesionalisme.

Rosan menjelaskan bahwa skema kepemilikan oleh pihak eksternal, termasuk asing, adalah praktik lazim yang sudah diterapkan oleh banyak bursa efek di dunia.

Menurutnya, pemisahan struktur kepemilikan akan memberikan dampak positif pada tata kelola pasar modal Indonesia.

“Ya memang itu emang di (bursa efek) lain seperti itu, jadi ini dipisahkan antara anggota dan kepemilikan, karena sekarang kan anggota dan kepemilikan itu gabung dimiliki oleh sebagian besar sekuritas-sekuritas. Nah, oleh sebab itu ini dibuka supaya lebih baik dan lebih transparan,” ujar Rosan, Minggu (1/2/2026).

Selain investor asing, lembaga pengelola investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) dari berbagai negara umumnya juga memiliki porsi kepemilikan di bursa efek masing-masing.

Terkait potensi keterlibatan Danantara Indonesia dalam kepemilikan saham BEI, Rosan mengaku pihaknya masih akan melakukan kajian mendalam.

Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari nilai valuasi hingga kebijakan investasi yang berlaku.