3. Gunakan Material Bangunan yang Ringan
Semakin berat beban bangunan, semakin besar risiko amblas pada tanah gambut. Anda bisa menyiasatinya dengan menggunakan material yang lebih ringan namun tetap kuat.
Gunakan bata ringan (hebel) untuk dinding dan rangka baja ringan untuk atap. Hindari penggunaan material batu bata merah yang berat atau genteng tanah liat jika struktur pondasi Anda tidak dirancang untuk beban ekstrim.
4. Perhatikan Sistem Drainase yang Benar
Kandungan air di lahan gambut sangat memengaruhi kestabilan tanah. Jangan membuat saluran drainase atau got yang terlalu dalam tepat di samping pondasi rumah. Drainase yang terlalu dalam dapat menarik air dari bawah pondasi, sehingga tanah di bawah rumah mengkerut dan menyebabkan amblas.
Buatlah sistem pembuangan air yang tertutup dan kedap air agar air tidak merembes ke bawah struktur utama bangunan.
Baca Juga: Polisi Segel 5 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Sungai Raya
5. Beri Waktu Tanah untuk Konsolidasi
Jika Anda memiliki anggaran dan waktu lebih, lakukan proses pra-beban (pre-loading). Sebelum membangun, tumpuk tanah urukan di area yang akan dibangun dan biarkan selama beberapa bulan. Proses ini bertujuan untuk memadatkan lapisan gambut secara alami sebelum struktur permanen didirikan.
Membangun di lahan gambut memang memerlukan biaya ekstra untuk bagian bawah tanah, namun investasi pada pondasi yang kuat akan menghindarkan Anda dari biaya renovasi besar-besaran di masa depan akibat bangunan miring.
(*Sr)










