“Jadi ini tidak hanya untuk baterai mobil, tapi ini juga di-desain untuk baterai panas surya,” kata Bahlil.
Melalui kerja sama ini, pemerintah optimistis industri nasional segera mandiri dan tidak hanya menjadi penonton dalam tren energi bersih dunia. Bahlil berharap kolaborasi ini membawa Indonesia menjadi pusat bahan baku baterai dunia di masa depan.
“Jadi kita, Insya Allah ke depan, akan menjadi salah satu pemain terbesar dunia, terkait dengan bahan baku dan baterai mobil untuk menuju kepada energi baru terbarukan,” tutup Bahlil.
(*Sr)
















