“KKKS berperan di depan, dan Pemerintah mempunyai kepentingan besar terhadap bagaimana meningkatkan lifting. KKKS adalah eksekutor di lapangan, kami regulator. Nah, bagaimana ini kita tune-kan menjadi satu Sehingga iramanya bisa berjalan,” ujar Bahlil.
Pengusaha Minta Kepastian Aturan
Para bos perusahaan migas merespons positif langkah Bahlil. Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA), Kathy Wu, meminta pemerintah konsisten dalam menerapkan aturan. Konsistensi regulasi sangat penting agar operasional proyek berjalan lancar tanpa gangguan perubahan kebijakan di tengah jalan.
“Ketika proyek memasuki tahap operasi, sangat penting bahwa peraturan dan regulasi Pemerintah tetap sama, karena itu akan melindungi operasional proyek, sehingga dapat memiliki ruang dan fokus pada pelaksanaan,” tutur Kathy.
Presiden ExxonMobil Indonesia, Wade Floyd, juga menyampaikan permintaan serupa. Ia berharap pemerintah mempercepat keluarnya izin operasional. Hal ini akan membantu perusahaannya meningkatkan produksi lebih cepat dari capaian saat ini yang berada di angka 15 ribu barel per hari.
“Kami berharap dapat berkolaborasi untuk memastikan ExxonMobil dapat memperoleh perizinan secepatnya, agar peningkatan produksi juga lebih cepat,” kata Wade.
Bahlil menutup pertemuan dengan mengajak seluruh pihak memperkuat kerja sama. Ia meyakini kolaborasi yang baik akan membuat target produksi migas nasional terus meningkat di masa depan.
(*Sr)
















