Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kita semua pasti punya teman atau kenalan yang gayanya tangguh banget, hobi nolak bantuan, dan merasa bisa handle semuanya sendirian.
Dalam bahasa pergaulan, mereka sering disebut si paling mandiri atau sok jago.
Tapi tahu gak sih? Di balik tameng kemandirian yang ekstrem itu, dunia psikologi justru melihat hal yang sebaliknya: itu bukan tanda kekuatan, melainkan cara mereka melindungi jiwa yang sebenarnya lagi rapuh.
Fenomena ini dikenal dengan istilah Hyper-independence (kemandirian berlebih).
Baca Juga: Merasa Baik-Baik Saja? Kenali 5 Tanda Kamu Sebenarnya Kesepian tapi Denial!
Secara ilmiah, ini dia alasan kenapa orang yang merasa bisa sendiri sebenarnya lagi menyembunyikan ketakutan yang mendalam:
1. Mandiri Karena Trauma Masa Lalu
Banyak psikolog setuju kalau kemandirian ekstrem biasanya muncul sebagai respons dari trauma masa kecil atau pola asuh yang salah.
Kalau dulu seseorang tumbuh di lingkungan yang gak bisa diandalkan, otaknya bakal otomatis bikin sistem pertahanan: “Mengandalkan orang lain itu zonk, aku cuma punya diriku sendiri.”
2. Takut Banget Sama yang Namanya Ketergantungan
Bagi mereka, bergantung sama orang lain itu adalah kelemahan yang memalukan.
Dalam psikologi, ini disebut counter-dependency.
Mereka parno kalau sudah mulai nyaman bergantung sama orang lain, mereka bakal kehilangan kendali atas hidupnya atau malah ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.
3. Gak Mau Jadi Beban alias Merepotkan Orang Lain
Si paling mandiri biasanya punya harga diri yang tinggi banget soal gak mau merepotkan orang.
Mereka merasa minta tolong itu tandanya gak kompeten.
Ini sebenarnya bentuk kerapuhan karena mereka gak punya rasa aman buat terlihat “lemah” atau “butuh” di depan orang lain.
















