“Peserta magang mendapat banyak sekali manfaat, antara lain mendapat pengalaman dan keterampilan bekerja, pembimbingan dari mentor, serta mendapat uang saku atau gaji sebesar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK),” jelas Teddy.
Ia menambahkan, pengalaman ini menjadi bekal krusial bagi peserta di awal kelulusan kuliah untuk menentukan arah karir mereka ke depan.
Baca Juga: Kumpulkan Kabinet di Hambalang, Prabowo Buru Tambang Ilegal di Wilayah ‘Tak Tersentuh’
Di Paragon sendiri, saat ini terdapat lebih dari 175 pegawai Magang Nasional dari Kemenaker yang telah bekerja selama dua bulan.
Pihak manajemen Paragon mengapresiasi program ini, menyebut para peserta magang mampu beradaptasi dengan cepat dan melahirkan inovasi kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kehadiran mereka dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas perusahaan dan memenuhi permintaan pelanggan.
Program Magang Nasional ini dinilai sebagai solusi win-win solution.
Para fresh graduate dapat berlomba meraih pekerjaan awal yang layak, sementara perusahaan swasta mendapatkan talenta muda berbakat yang pembiayaannya didukung oleh pemerintah.
(FR)
















