Perfeksionis biasa mungkin hanya butuh waktu singkat untuk merapikan meja.
Namun, bagi pengidap OCD, pikiran dan ritual ini bisa menyita waktu lebih dari satu jam setiap harinya.
Gangguan ini sangat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup sehari-hari.
5. Merasa “Belum Benar”
Pengidap OCD sering kali terjebak dalam perasaan bahwa sesuatu “belum benar” (not just right feeling).
Mereka akan mengulang-ulang suatu aktivitas sampai perasaan cemas di dada mereka hilang, meski secara logika tindakan tersebut tidak masuk akal.
6. Rasa Malu dan Menutupi Gejala
Karena sadar bahwa tindakan mereka mungkin terlihat tidak logis bagi orang lain, banyak pengidap OCD yang merasa malu dan mencoba menyembunyikan ritual mereka. Hal ini sering kali membuat mereka merasa terisolasi secara sosial.
7. Kecemasan yang Menetap
Berbeda dengan rasa puas setelah bersih-bersih, tindakan repetitif pada OCD tidak memberikan rasa bahagia.
Tindakan tersebut dilakukan hanya untuk “bertahan hidup” dari rasa cemas yang menghantui.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami tanda-tanda di atas hingga mengganggu aktivitas harian, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog atau psikiater.
OCD adalah kondisi medis yang bisa ditangani dengan terapi dan pengobatan yang tepat.
Baca Juga: Bukan Sekadar Narsis Biasa, Ini 6 Ciri Kamu Mungkin Mengidap NPD Menurut Sains
(Mira)
















