Jago “Nongkrong” hingga Anti-Burnout, Kenali 5 Keunikan Jurnalis Ekstrovert saat Berburu Berita

"Mengapa jurnalis ekstrovert justru makin semangat setelah liputan seharian? Simak keunikan mereka dalam membangun relasi dan menjaga kesehatan mental."
Mengapa jurnalis ekstrovert justru makin semangat setelah liputan seharian? Simak keunikan mereka dalam membangun relasi dan menjaga kesehatan mental. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda melihat seorang jurnalis yang sudah seharian liputan di bawah terik matahari, dikejar deadline ketat, namun malamnya masih terlihat segar saat berkumpul bersama rekan-rekannya? Besar kemungkinan mereka adalah seorang ekstrovert.

Dalam dunia pers yang serba cepat dan penuh tekanan, kepribadian ekstrovert sering kali memiliki “kecocokan alami” dengan ritme kerja lapangan.

Berikut adalah keunikan dan alasan mengapa seorang ekstrovert sangat tangguh dalam profesi ini:

1. Membangun Relasi sebagai Mood Booster

Baca Juga: Bukan Cuma Jago Ngomong! Ini 6 Kelebihan Orang Extrovert yang Membawa Kesuksesan

Bagi kebanyakan orang, mewawancarai narasumber baru atau mendekati pejabat yang sulit mungkin terasa menegangkan.

Namun bagi jurnalis ekstrovert, interaksi sosial adalah sumber energi.

Mereka memiliki kemampuan alami untuk mencairkan suasana (ice breaking), sehingga narasumber sering kali merasa lebih nyaman untuk bercerita lebih dalam.

2. Kemampuan Menembus Narasumber Sulit

Kekuatan utama ekstrovert adalah keberanian untuk memulai percakapan tanpa rasa canggung.

Dalam liputan investigasi atau doorstop, sifat ini sangat menguntungkan.

Mereka tidak ragu untuk berada di barisan depan demi mendapatkan kutipan penting, karena bagi mereka, keramaian adalah elemen tempat mereka bertumbuh.

3. Anti-Burnout Lewat Obrolan

Berbeda dengan mereka yang butuh kesendirian untuk pulih dari stres, jurnalis ekstrovert justru melakukan recharging baterai mental melalui obrolan.