“Untuk angkutan berat seperti trailer, seharusnya memiliki jalur tersendiri. Namun faktanya, di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat, jalur angkutan masih bercampur,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya menyesuaikan pembangunan infrastruktur dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) untuk mengurai masalah ini secara bertahap.
Baca Juga: Disdikbud Pontianak Masukkan Batang Burok ke Kurikulum Sekolah
Ketua DPD APTRINDO Kalimantan Barat, Muhammad Andi, menyambut baik dukungan pemerintah kota. Ia mengakui tantangan logistik kian kompleks di era digital dan transisi regulasi saat ini. Namun, ia optimistis sinergi anggota asosiasi mampu menjawab tantangan tersebut.
“Jika kita kuat dan tangguh, maka langkah menuju Indonesia Emas bukan sekadar impian, melainkan kepastian yang dapat kita wujudkan bersama, khususnya di Bumi Khatulistiwa,” tegas Andi.
(*Sr)
















