Indonesia Pesan 48 Jet Tempur KAAN Senilai Rp 251 Triliun, Pakai Mesin TF35000

Jet tempur generasi ke-5 KAAN buatan Turkish Aerospace Industries (TAI) yang akan dipesan oleh Indonesia. (Dok. Ist)
Jet tempur generasi ke-5 KAAN buatan Turkish Aerospace Industries (TAI) yang akan dipesan oleh Indonesia. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, ANKARA – CEO Turkish Aerospace Industries (TAI/TUSAS), Mehmet Demiroglu, mengungkap detail kerja sama strategis antara Turki dan Indonesia dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) udara.

Baca Juga: Kunjungi Aselsan Turki, Menhan Sjafrie Terima Cenderamata Helm Pilot Jet Tempur KAAN

Indonesia dipastikan akan mengakuisisi 48 unit jet tempur generasi ke-5, KAAN, dengan nilai kontrak mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 251,8 triliun.

Dalam penjelasannya melalui saluran Youtube SAHA Istanbul, Demiroglu merinci bahwa kontrak tersebut dibagi menjadi dua fase.

Fase pertama telah ditandatangani pada ajang IDEF di Istanbul pada pertengahan 2025, sementara fase kedua disepakati pada tahun 2026.

Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah spesifikasi mesin yang diminta oleh pihak Indonesia.

Demiroglu menyebutkan bahwa Indonesia mensyaratkan penggunaan mesin yang bebas dari regulasi International Traffic in Arms Regulations (ITAR).

“Pihak Indonesia meminta mesin bebas ITAR, yang berarti mesin sepenuhnya buatan dalam negeri tanpa batasan ekspor. Pekerjaan terus berlanjut sesuai dengan persyaratan tersebut,” ujar Demiroglu.

Untuk memenuhi spesifikasi tersebut, versi KAAN yang diekspor ke Indonesia direncanakan menggunakan mesin turbofan TF35000 buatan dalam negeri Turki yang saat ini sedang dikembangkan oleh TEI.

Baca Juga: Kurangi Kontribusi Biaya, Indonesia Batal Terima Prototipe Jet Tempur KF-21

Demiroglu, yang berlatar belakang insinyur mekanik, menjelaskan peta jalan pengembangan mesin tersebut.

“Untuk TF35000, proses pengujian dan produksi akan dimulai pada tahun 2031. Tujuan kami adalah menyelesaikan mesin pada tahun 2032 dan menyelesaikan sebagian besar integrasi pada tahun yang sama,” jelasnya.

Terkait perkembangan proyek Pesawat Tempur Nasional (MMU) KAAN secara umum, Demiroglu menyatakan bahwa saat ini TAI tengah memproduksi tiga prototipe.

Prototipe uji pertama dalam konfigurasi sebenarnya, yang disebut P1, dijadwalkan terbang perdana pada pertengahan tahun ini.