Bukan Sekadar Narsis Biasa, Ini 6 Ciri Kamu Mungkin Mengidap NPD Menurut Sains

"Apakah kamu atau temanmu mengidap NPD? Simak 6 ciri Narcissistic Personality Disorder berdasarkan DSM-5 dan riset ilmiah, mulai dari kurang empati hingga haus validasi."
Apakah kamu atau temanmu mengidap NPD? Simak 6 ciri Narcissistic Personality Disorder berdasarkan DSM-5 dan riset ilmiah, mulai dari kurang empati hingga haus validasi. (Dok. Ist)

3. Kebutuhan Konstan akan Validasi (Excessive Need for Admiration)

Riset menunjukkan bahwa penderita NPD memiliki “ego yang lapar”.

Mereka membutuhkan pasokan kekaguman yang konstan dari orang lain (sering disebut Narcissistic Supply).

Ini bukan sekadar ingin dipuji, melainkan kebutuhan eksistensial.

Jika mereka tidak mendapatkan perhatian atau pujian yang mereka rasa pantas mereka dapatkan, mereka bisa menjadi sangat marah, tersinggung, atau depresi.

4. Rasa Berhak yang Tidak Masuk Akal (Sense of Entitlement)

Pernahkah kamu merasa bahwa aturan umum tidak berlaku untukmu? Penderita NPD memiliki ekspektasi yang tidak masuk akal bahwa mereka harus mendapatkan perlakuan istimewa atau kepatuhan otomatis dari orang lain.

Mereka sering marah jika tidak didahulukan dalam antrean atau jika orang lain tidak langsung menuruti keinginan mereka, karena mereka merasa diri mereka “spesial” dan hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang juga berstatus tinggi.

5. Perilaku Eksploitatif (Memanfaatkan Orang Lain)

Dalam hubungan interpersonal, penderita NPD cenderung eksploitatif.

Mereka melihat orang lain bukan sebagai individu yang setara, melainkan sebagai “alat” untuk mencapai tujuan mereka sendiri.

Mereka tidak segan memanipulasi, berbohong, atau menginjak orang lain demi keuntungan pribadi tanpa rasa bersalah yang berarti. Hubungan pertemanan atau asmara sering kali bersifat transaksional.

6. Arogan dan Sering Iri Hati (Envy)

Di balik topeng superioritas, terdapat rasa insecure yang mendalam.

Oleh karena itu, penderita NPD sering merasa iri pada kesuksesan orang lain dan percaya bahwa orang lain juga iri pada mereka.

Sikap ini bermanifestasi dalam perilaku arogan, angkuh, atau meremehkan orang lain untuk menjaga agar diri mereka tetap terlihat lebih tinggi.

Kritik sedikit saja bisa memicu narcissistic rage (kemarahan narsistik) atau perilaku silent treatment sebagai hukuman.

Catatan Penting:

Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan bukan pengganti diagnosis medis.

Jika kamu atau orang terdekatmu memiliki ciri-ciri di atas yang mengganggu kehidupan sehari-hari, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater profesional.

Baca Juga: Terjebak dalam Perangkap Uang: Pahami 4 Dampak Negatif ‘Mata Duitan’ pada Kualitas Hidupmu

(Mira)