Mengenal Virus Nipah: Penyakit Zoonosis dengan Tingkat Kematian 75%, Waspadai 9 Gejala Ini

"Virus Nipah kembali jadi sorotan karena tingkat kematiannya mencapai 75%. Kenali 9 gejala awalnya mulai dari demam, sesak napas, hingga radang otak agar waspada."
Virus Nipah kembali jadi sorotan karena tingkat kematiannya mencapai 75%. Kenali 9 gejala awalnya mulai dari demam, sesak napas, hingga radang otak agar waspada. (Dok. Ist)

Penularan antarmanusia juga dimungkinkan, terutama melalui kontak erat cairan tubuh.

Waspadai 9 Gejala Utama Virus Nipah

Mengutip data Kementerian Kesehatan, masa inkubasi (rentang waktu dari tertular hingga muncul gejala) virus ini berkisar antara 4 hingga 14 hari.

Namun, pada beberapa kasus bisa lebih lama.

Gejala Nipah bisa menipu karena awalnya mirip flu biasa, namun dapat memburuk dengan sangat cepat menjadi peradangan otak (ensefalitis). Berikut 9 gejala yang wajib diwaspadai:

  1. Demam Tinggi: Suhu tubuh meningkat drastis sebagai respons imun.
  2. Sakit Kepala Hebat: Sering kali disertai rasa pening yang tak tertahankan.
  3. Nyeri Otot (Mialgia): Rasa pegal dan linu di sekujur tubuh.
  4. Batuk & Sakit Tenggorokan: Gangguan saluran pernapasan awal.
  5. Muntah: Tanda infeksi mulai memengaruhi sistem pencernaan.
  6. Kesulitan Menelan: Terjadi akibat peradangan di area tenggorokan.
  7. Sesak Napas: Pada fase yang lebih parah, pasien mengalami gangguan pernapasan akut.
  8. Disorientasi & Mengantuk Berlebih: Ini adalah tanda virus mulai menyerang otak (ensefalitis). Pasien akan merasa sangat mengantuk dan bingung.
  9. Kejang hingga Koma: Jika tidak ditangani, peradangan otak dapat menyebabkan kejang dan penurunan kesadaran dalam waktu 24-48 jam.

Mengapa Sangat Berbahaya?

Selain tingkat kematian yang tinggi, mereka yang selamat dari Virus Nipah sering kali tidak pulih 100%.

Sekitar 20% penyintas dilaporkan mengalami dampak neurologis jangka panjang, seperti gangguan kejang berulang atau perubahan kepribadian.

Mengingat belum adanya vaksin, langkah pencegahan terbaik adalah menghindari kontak dengan hewan liar (terutama kelelawar dan babi sakit), tidak mengonsumsi buah bekas gigitan hewan, serta menjaga kebersihan diri secara ketat.

Baca Juga: Waspada Gejala Super Flu, Lebih Ganas dari Flu Biasa

(Mira)