Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Perayaan Tahun Baru Imlek di China ternyata membawa dampak besar bagi perekonomian dunia. Meskipun perayaan Imlek 2026 baru jatuh pada 17 Februari, pasar global sudah merasakan guncangan hebat akibat terhentinya aktivitas manufaktur di Negeri Tirai Bambu tersebut.
Para pelaku industri dunia kini menghadapi tantangan serius. Pabrik-pabrik di China mulai menghentikan produksi secara massal karena jutaan tenaga kerja memilih mudik lebih awal. Fenomena ini memaksa rantai pasok global melakukan penyesuaian jadwal secara drastis.
Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan Jelang Imlek, Pertamina Tambah Kuota LPG 3 Kg di Singkawang 47 Persen
Panic Buying Importir Global
Importir dari Amerika Serikat dan Eropa melakukan langkah antisipasi ekstrem. Mereka memajukan jadwal pengiriman barang (panic buying) hingga tiga minggu lebih awal dari biasanya. Para pengusaha berebut mengamankan stok barang sebelum pabrik-pabrik di China tutup total selama libur panjang.
Lonjakan permintaan mendadak ini memicu kenaikan tarif logistik. Maskapai pelayaran merespons situasi ini dengan menarik kapasitas kapal atau melakukan blank sailing demi menjaga harga tetap tinggi.
Akibatnya, tarif pengiriman spot rute Asia ke Amerika Serikat melonjak hingga 40 persen dalam sebulan terakhir.
















