Di London pada awal tahun 1920-an inilah ia bertemu dengan Wellington Koo, seorang duda yang juga diplomat ulung perwakilan China.
Koo adalah tokoh penting yang turut membentuk Liga Bangsa-Bangsa.
Hubungan keduanya berlanjut ke jenjang pernikahan yang digelar di Brussel, Belgia, pada tahun 1921.
3. Menjadi Ibu Negara China (First Lady)
Karier suami Hui-lan meroket tajam setahun setelah menikah, mulai dari menjadi Menteri Luar Negeri hingga Menteri Keuangan.
Puncaknya terjadi pada tahun 1926, ketika Wellington Koo ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Presiden Republik China menggantikan Sun Yat-sen yang wafat.
Secara otomatis, Oei Hui-lan pun menyandang status sebagai Ibu Negara China.
Ia aktif mendampingi suaminya dalam perjalanan diplomasi global untuk menggalang dukungan internasional bagi Republik China.
4. Akhir Perjalanan di New York
Sayangnya, kisah cinta mereka kandas.
Oei Hui-lan dan Wellington Koo bercerai pada tahun 1958. Pasca perceraian, Hui-lan memilih menetap di New York, Amerika Serikat, untuk membesarkan ketiga anaknya.
Meski hidup di luar negeri, ia sempat mencoba peruntungan bisnis di Indonesia pada tahun 1986 di bidang perkapalan dan tembakau, namun usahanya tersebut tidak berhasil.
Sang mantan Ibu Negara yang lahir di Semarang ini akhirnya menutup mata pada tahun 1992 di New York.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kolonial: 4 Bangunan Peninggalan Belanda di Pontianak yang Masih Kokoh dan Estetik
(Mira)
















