Faktakalbar.id, PONTIANAK – Terik matahari terasa menyengat saat menyusuri ujung Jalan Parit Haji Husin II (Paris 2), Pontianak Tenggara, Senin (26/1/2026).
Sisa-sisa aroma hangus dari lahan gambut yang terbakar masih tercium pekat, menemani setiap hembusan napas di kawasan tersebut.
Di sebuah rumah yang tak jauh dari lokasi bekas kebakaran, Mufarroha (25) tampak protektif menjaga anak bungsunya.
Bayi mungil yang baru berusia empat bulan itu kini tengah tertidur di ayunan, setelah beberapa hari sebelumnya harus berjuang melawan kualitas udara yang memburuk.
Bagi Mufarroha, asap tebal yang menyelimuti kediamannya beberapa hari lalu bukanlah hal sepele. Meski kondisi perumahan yang berdampingan dengan Kawasan lahan gambut yang begitu mudah terbakar itu hanya dapat ia pasrahkan dengan lirih.
“Biasa Kak, mau bagaimana lagi. Sudah kebakaran, ya kena asaplah di sini,” ujarnya menceritakan kondisi saat api sedang membesar di dekat rumahnya.
Situasi semakin genting ketika buah hatinya mulai menunjukkan gejala sakit akibat terpapar udara tidak sehat.
















