Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Ini Nominal Tepatnya Menurut Sains

"Benarkah uang tak bisa beli kebahagiaan? Riset ungkap ada nominal gaji tertentu yang bikin bahagia, namun hati-hati dengan jebakan hedonic treadmill."
Benarkah uang tak bisa beli kebahagiaan? Riset ungkap ada nominal gaji tertentu yang bikin bahagia, namun hati-hati dengan jebakan hedonic treadmill. (Dok. Ist)

Anda akan cepat terbiasa dengan standar hidup baru tersebut, lalu kembali menginginkan sesuatu yang lebih tinggi lagi untuk merasa puas.

Siklus “tidak pernah cukup” inilah yang sering kali menggerus kebahagiaan, meski saldo rekening terus bertambah.

3. Kebahagiaan di Negara Berkembang vs Maju

Menariknya, dampak uang ternyata relatif terhadap lingkungan.

Sebuah eksperimen sosial pada tahun 2022 yang membagikan uang US$10.000 (sekitar Rp157 juta) kepada 200 orang secara acak menemukan fakta unik.

Peserta dari negara berpendapatan rendah atau berkembang (seperti Indonesia dan Brasil) merasakan lonjakan kebahagiaan tiga kali lipat lebih besar dibandingkan peserta dari negara maju.

Ini membuktikan bahwa uang memiliki dampak emosional paling besar ketika ia berfungsi untuk mengangkat seseorang dari kesulitan finansial menuju kestabilan.

4. Kunci Sejati: Berbagi dan Bersosialisasi

Fakta paling menyentuh dari riset tersebut adalah bagaimana uang itu digunakan.

Lebih dari dua pertiga uang tunai yang dibagikan dalam eksperimen justru disumbangkan kembali oleh penerimanya kepada keluarga, teman, atau orang lain yang membutuhkan.

Hal ini selaras dengan filosofi Aristoteles tentang eudaimonia bahwa hidup yang baik bukan tentang menumpuk harta, melainkan tentang keseimbangan akal budi dan karakter.

Riset membuktikan bahwa waktu yang dihabiskan bersama orang terdekat dan berbagi rezeki justru memberikan kepuasan batin yang jauh lebih tahan lama ketimbang membeli barang mewah.

Uang memang fondasi penting untuk membebaskan kita dari stres kemiskinan.

Namun, mengejar kekayaan semata tanpa diimbangi hubungan sosial yang baik hanya akan menjebak kita dalam perlombaan yang tak ada garis finisnya.

Baca Juga: Kwarda Kalbar Sosialisasi Spesifikasi Seragam Pramuka

(Mira)