Faktakalbar.id, NASIONAL – Pemerintah Indonesia menerima tawaran dari berbagai negara untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut Korea Selatan (Korsel) dan Kanada menyusul Rusia dalam menyatakan minat investasi.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, membenarkan informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa vendor teknologi dari kedua negara itu telah menghubungi pemerintah secara intensif.
“Jadi ini salah satunya, ini kan yang dari kunjungan Presiden kemarin kan salah satunya Rusia yang menawarkan. Ya kemudian ada vendor teknologi, ada Korea juga sudah menghubungi, Kanada juga sudah menghubungi,” kata Yuliot di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Pemerintah Seleksi Ketat
Yuliot menegaskan bahwa pemerintah belum menunjuk mitra resmi untuk proyek ini. Saat ini, pemerintah fokus menyelesaikan aturan hukum berupa Keputusan Presiden (Keppres) tentang PLTN.
Pemerintah akan memulai seleksi mitra setelah regulasi tersebut terbit dan mendapatkan persetujuan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Yuliot memastikan tim seleksi akan menerapkan standar tinggi dalam memilih investor.
















