Bukan Mitos, Ini Alasan Kenapa Tidur Cukup Bikin Kamu Lebih Bahagia Besok Pagi

"Sering bangun tidur dengan mood berantakan? Ternyata kualitas tidur pengaruhi emosi. Simak alasan ilmiah kenapa tidur cukup bikin kamu lebih bahagia."
Sering bangun tidur dengan mood berantakan? Ternyata kualitas tidur pengaruhi emosi. Simak alasan ilmiah kenapa tidur cukup bikin kamu lebih bahagia. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda terbangun di pagi hari dengan perasaan kesal tanpa sebab, mudah tersinggung, atau merasa dunia seakan memusuhi Anda? Seringkali kita menyalahkan cuaca, pekerjaan, atau orang rumah.

Padahal, biang kerok utamanya mungkin sangat sederhana: Anda kurang tidur.

Slogan “tidur adalah obat” ternyata bukan isapan jempol belaka.

Secara ilmiah, tidur yang cukup (7-9 jam bagi orang dewasa) memiliki korelasi langsung dengan tingkat kebahagiaan dan kestabilan emosi seseorang di keesokan harinya.

Baca Juga: Sulit Tidur? Ini 4 Kartun Menyenangkan yang Bisa Menemani Insomnia Anda

Mengapa bisa demikian? Berikut adalah penjelasan bagaimana bantal dan kasur yang nyaman bisa menjadi kunci kebahagiaan Anda:

1. Mengatur Ulang “Rem Emosi” di Otak

Saat kita kurang tidur, bagian otak yang bernama amigdala (pusat respons emosi negatif dan rasa takut) menjadi hiperaktif. Ibarat kendaraan, gasnya terinjak terus.

Tidur yang cukup, terutama pada fase REM (Rapid Eye Movement), berfungsi mengaktifkan kembali korteks prefrontal (pusat logika dan kontrol diri). Bagian inilah yang berfungsi sebagai “rem”.

Jadi, saat tidur Anda cukup, otak Anda lebih mampu meredam amarah dan memproses emosi negatif dengan logis.

Hasilnya? Anda jadi lebih sabar dan “kalem” menghadapi masalah.

2. Detoksifikasi Hormon Stres

Tubuh manusia memproduksi kortisol (hormon stres) secara alami. Namun, kadarnya biasanya menurun saat kita tidur nyenyak di malam hari. Jika Anda begadang, kadar kortisol tetap tinggi.

Akibatnya, Anda bangun dengan kondisi tubuh yang tegang dan perasaan was-was.