Faktakalbar.id, NASIONAL – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS mengalami tekanan hebat hingga menyentuh level psikologis Rp 16.955 pada perdagangan awal pekan ini.
Pelemahan mata uang garuda ini terjadi beriringan dengan mencuatnya nama Thomas Djiwandono keponakan Presiden Prabowo Subianto yang saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan sebagai calon kuat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Masuknya nama politisi dan kerabat presiden ke dalam bursa pimpinan otoritas moneter memicu kekhawatiran pasar terkait masa depan independensi Bank Indonesia.
Selama ini, BI dikenal sebagai lembaga negara yang independen dan bebas dari campur tangan politik praktis dalam menentukan kebijakan moneter.
Baca Juga: Hadiri Rakernas XVII Apkasi di Batam, Bupati Alexander Wilyo Perjuangkan Aspirasi Daerah
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berupaya menepis anggapan bahwa anjloknya Rupiah berkaitan langsung dengan sentimen negatif pasar terhadap pencalonan Thomas.
Menurutnya, reaksi pasar hanyalah spekulasi sesaat.
“Jadi ini mungkin sebagian (orang) spekulasi ketika Thomas akan ke sana (BI), wow, orang spekulasi dia independensinya hilang. Saya pikir enggak akan begitu,” dalih Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (20/1/2026).
Purbaya mengklaim fundamental ekonomi masih kuat, merujuk pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada di level 9.133,87.
Ia juga menjanjikan bahwa pemerintah akan menjaga fondasi ekonomi lewat percepatan belanja APBN di awal tahun 2026 dan perbaikan iklim investasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 6 persen.
















