Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Personel gabungan dari Polsek Pulau Maya Karimata, TNI, Manggala Agni, dan instansi terkait melakukan pengecekan lapangan (ground check) menyusul terdeteksinya titik api di kawasan Hutan Produksi, Dusun Kamboja Baru, Desa Kamboja, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Selasa (20/1/2026).
Langkah responsif ini dilakukan di tengah peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kayong Utara, dalam sepekan ke depan.
Kapolsek Pulau Maya Karimata memimpin langsung tim gabungan yang terdiri dari Polri, tiga personel Manggala Agni, tiga personel BPBD, dua personel Dinas Kehutanan/KPH, serta empat anggota LPHD Desa Kemboja.
Baca Juga: Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolres Kayong Utara Tekankan Disiplin Anggota
Tim harus menempuh perjalanan sejauh 30 kilometer dari pusat Polsek untuk mencapai lokasi titik koordinat api.
Berdasarkan laporan resmi Polsek Pulau Maya, akses menuju lokasi menjadi kendala utama.
Medan tertutup semak belukar tebal tanpa akses jalan formal, sehingga tim sulit menembus titik api secara langsung melalui jalur darat.
Namun, pantauan udara memastikan asap dan api masih terdeteksi di area tersebut.
Kondisi vegetasi yang didominasi ilalang kering dan kayu-kayuan di atas tanah gambut membuat potensi perambatan api sangat tinggi.
Hal ini diperparah dengan data terbaru BMKG yang menempatkan Kabupaten Kayong Utara dalam zona merah atau level sangat tinggi untuk potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada periode 20–26 Januari 2026.
BMKG mencatat parameter cuaca yang perlu diwaspadai meliputi suhu udara yang diprediksi mencapai puncak 33°C hingga 35°C pada siang hari, serta kecepatan angin rata-rata 15-30 km/jam.
Selain itu, kadar air tanah mengalami penurunan signifikan, membuat lahan gambut rentan terbakar hingga ke lapisan dalam.
Hingga berita ini diturunkan, luas lahan yang terbakar dan identitas pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan.
Tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif menggunakan drone untuk melihat arah sebaran asap.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat Desa Kamboja dan sekitarnya untuk segera melapor jika melihat kepulan asap mencurigakan.
Warga ditekankan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi angin kencang dan tanah gambut yang kering sangat menyulitkan upaya pemadaman jika api membesar.
Baca Juga: Patroli Malam Kayong Utara Sisir Pantai hingga Objek Vital
(Mira)
















