Gandeng BPKP Mitigasi Risiko dari Hulu ke Hilir
Direktur PDAM Tirta Khatulistiwa, Abdullah, menyatakan kesiapannya menjalankan arahan Wali Kota.
Ia mengakui kompleksitas pengolahan air di Pontianak yang bersumber dari Sungai Kapuas dan Sungai Landak memiliki risiko di setiap tahapannya.
“Dari air baku, prosesnya panjang hingga akhirnya sampai ke pelanggan. Karena itu kami meminta pendampingan dari BPKP agar potensi risiko bisa diantisipasi sejak awal,” jelas Abdullah.
Saat ini, cakupan layanan air bersih di Pontianak telah mencapai 90,6 persen.
Abdullah optimis dapat mengejar target 100 persen dengan mengaktifkan kembali pelanggan pasif dan menjaring pelanggan baru.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat, Rudy Mahani Harahap, mengingatkan bahwa manajemen risiko harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar pemenuhan aturan.
“Risiko itu adalah potensi hambatan, bisa sosial, operasional, maupun keuangan. Kalau tidak dimitigasi, program yang baik sekalipun bisa gagal,” ujar Rudy sembari mengingatkan pentingnya antisipasi risiko dalam rencana pengelolaan air limbah terintegrasi di masa depan.
Baca Juga: Target Operasi 2026, Perumda Tirta Khatulistiwa Tinjau Progres Pembangunan IPA Beton Nipah Kuning
(Mira)
















