Landak  

Program Tanaman Kedelai di Landak Tuai Skeptisisme Warganet

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, didampingi jajaran Pemkab dan pengurus HKTI saat meninjau lahan percontohan tanaman kedelai di Jelimpo, Senin (19/1).
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, didampingi jajaran Pemkab dan pengurus HKTI saat meninjau lahan percontohan tanaman kedelai di Jelimpo, Senin (19/1). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LANDAK – Agenda kunjungan kerja Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, saat meninjau lahan penyuluhan di Kecamatan Jelimpo, Senin (19/1/2026), mendapat sorotan tajam di media sosial.

Publikasi mengenai program tanaman kedelai varietas Grobogan tersebut memicu reaksi kritis dari warganet yang mempertanyakan keberlanjutan program pertanian pemerintah daerah.

Baca Juga: Sulap Lahan Kritis Bekas Perkebunan Sawit, Pemkab Landak Buktikan Jagung Bisa Produktif

Kegiatan yang berlangsung di UPTD Tanaman Holtikultura DPPKP Kabupaten Landak ini sejatinya bertujuan untuk memantau progres lahan percontohan pengelolaan tanaman terpadu.

Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Landak.

Meskipun pemerintah daerah menunjukkan optimisme terhadap program tanaman kedelai ini, respons berbeda justru muncul di kolom komentar media sosial.

Sejumlah warga internet (warganet) tampak skeptis dan mengungkit kembali program pertanian sebelumnya yang dinilai tidak berjalan efektif.

Salah satu sorotan datang dari warganet dengan nama akun Da Daku Ku. Ia mempertanyakan nasib program penanaman jagung yang pernah digalakkan sebelumnya namun kini tidak terdengar kabarnya.

“Dulu nanam jagung tapi ga tau sekarang?” tulis akun Da Daku Ku.

Dalam komentar lanjutannya, akun tersebut juga mengingatkan pemerintah agar tidak bekerja setengah hati. Ia menilai program yang tidak fokus hanya akan bersifat sementara.