Selain Kebut Pembangunan Huntara, BNPB Juga Salurkan Dana Tunggu Hunian untuk Ribuan KK

Tampak udara hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (17/1).
Tampak udara hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (17/1). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadikan percepatan pembangunan huntara (hunian sementara) sebagai prioritas utama dalam penanganan pascabencana di wilayah Sumatra.

Langkah ini diambil untuk memastikan ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara dapat segera memiliki atap yang layak sebelum memasuki bulan suci.

Baca Juga: BNPB Rampungkan Pembangunan Huntara bagi 50 KK di Pidie Jaya

Hingga Sabtu (17/1/2026), progres konstruksi di lapangan terus menunjukkan peningkatan berkat kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta relawan.

Progres Fisik dan Target

Berdasarkan data kerusakan yang dihimpun, terdapat total 49.919 unit rumah yang mengalami rusak berat akibat bencana hidrometeorologi basah di ketiga provinsi tersebut.

Merespons hal ini, pemerintah telah menerima pengajuan pembangunan huntara sebanyak 27.903 unit.

“Saat ini, 5.788 unit dalam proses pembangunan dan 782 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni. BNPB bersama pemerintah daerah terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara dengan target utama penyelesaian sebelum bulan Ramadan,” bunyi laporan resmi BNPB.

Percepatan ini dinilai krusial agar warga tidak perlu menjalani ibadah puasa di tenda pengungsian yang minim fasilitas. Selain huntara, proses transisi menuju hunian tetap (huntap) juga berjalan paralel. Tercatat pengajuan hunian tetap sebanyak 11.706 unit, dengan 648 unit di antaranya sedang dalam tahap konstruksi.