BNPB Rampungkan Pembangunan Huntara bagi 50 KK di Pidie Jaya

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (17/1).
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (17/1). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, PIDIE JAYA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan percepatan dalam pemulihan pascabencana di wilayah Aceh.

Kabar baik datang dari Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, di mana proses pembangunan huntara (hunian sementara) telah dinyatakan rampung dan siap huni.

Baca Juga: BNPB Kebut Pembangunan 2.299 Huntara di Aceh Tamiang, Target Rampung Akhir Januari

Tenaga Ahli BNPB, Kolonel (Purn) Agus Marsanto, mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut ditujukan untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Sebanyak 10 kopel atau bangunan barak telah berdiri kokoh di lokasi relokasi.

“Sebanyak 10 kopel atau barak huntara yang diperuntukkan bagi 50 kepala keluarga (KK) telah selesai dibangun. Huntara yang telah dibangun sejak 1 Januari tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk segera ditempati oleh masyarakat terdampak,” ujar Agus Marsanto.

Fasilitas Lengkap dan Spesifikasi Bangunan

Pembangunan huntara di Desa Manyang Cut ini memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi.

Dalam pengerjaannya, BNPB melibatkan perusahaan lokal setempat untuk mendukung ekonomi daerah.

Agar layak huni, setiap unit telah dilengkapi dengan fasilitas kebutuhan dasar seperti jaringan listrik dari PLN dan akses air bersih melalui sumur bor.

Secara teknis, hunian ini didesain untuk kenyamanan keluarga kecil. Setiap unit memiliki dimensi bangunan utama 3,6 meter x 4,8 meter.

Fasilitas sanitasi berupa kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter, serta dilengkapi teras depan berukuran 1,2 meter x 3,6 meter.

Selain 10 barak yang sudah selesai, BNPB juga tengah mengerjakan penambahan 13 barak lagi untuk menampung 65 KK tambahan dengan progres fisik saat ini mencapai 20 persen.

Baca Juga: Kejar Target Sebelum Puasa, BNPB Kebut Pembangunan 711 Huntara di Lima Kecamatan Aceh Utara

Target Huni Sebelum Puasa

Agus Marsanto berharap keberadaan fasilitas ini dapat menjadi tempat tinggal transisi yang aman bagi warga. Selain opsi huntara, pemerintah juga tetap menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga terdampak yang memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau sewa mandiri.

BNPB menargetkan seluruh proses pemindahan warga dapat dilakukan secepatnya, mengingat momentum bulan puasa sudah dekat.

“BNPB bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terus mempercepat penyediaan hunian sementara sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya. Adapun target pembangunan huntara terus dikebut sehingga masyarakat terdampak dapat segera menempati huntara ketika menyambut Bulan Suci Ramadan,” tambah Agus.

Progres di Lokasi Lain

Selain di Desa Manyang Cut, upaya pemulihan hunian juga berlangsung serentak di beberapa titik lain di Kabupaten Pidie Jaya. Di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, sebanyak 10 kopel untuk 50 KK telah disiapkan.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Meurah Dua, pengerjaan masih terus berlangsung. Terdapat 9 kopel untuk 45 KK yang sedang dibangun di Desa Geunteng, serta 34 kopel untuk 170 KK yang tengah dalam proses konstruksi di Desa Meunasah Bie.

(Natash)