Ritual khas suku Dayak ini dilakukan sebagai simbol penghormatan tertinggi kepada tamu kehormatan, sekaligus doa memohon keselamatan dan kelancaran dalam memimpin wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Usai melewati prosesi adat, Mayjen Novi Rubadi berjalan membelah “lorong kehormatan”.
Di sepanjang jalan menuju gedung utama, ratusan prajurit berbaris rapi menyanyikan lagu “Selamat Datang” dengan suara lantang, menciptakan atmosfer semangat yang membara.
Simbol Kebanggaan Satuan
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tpr, Kolonel Inf Yusub Dody Sandra, menjelaskan bahwa tradisi penyambutan ini bukan sekadar seremonial belaka.
“Ini adalah sarana menanamkan rasa bangga terhadap satuan (Corps d’esprit). Dengan menyambut pemimpin baru melalui tradisi adat dan militer, kita sedang memperkuat ikatan emosional antara pimpinan dan prajurit sejak hari pertama beliau menginjakkan kaki di sini,” ujar Kapendam.
Cium Pataka “Carathana Jitavina”
Puncak dari rangkaian tradisi ini adalah penerimaan warga baru yang berlangsung khidmat di lobi Makodam.
Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito melakukan prosesi penciuman Pataka Kodam XII/Tpr “Carathana Jitavina”.
Pataka ini mengandung filosofi mendalam “Sekali Melangkah Pantang Menyerah”, yang menjadi nafas perjuangan setiap Prajurit Tanjungpura dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Acara diakhiri dengan penandatanganan risalah masuk satuan, yang menandakan Mayjen Novi Rubadi resmi mengendalikan operasional Kodam XII/Tanjungpura sepenuhnya.
Baca Juga: Polres Kubu Raya Bongkar Sindikat TPPO: Rumah di Desa Kapur Jadi Transit 19 TKI Ilegal
(Mira)
















