Tambang Emas Ilegal Beroperasi di Putussibau Selatan, Kawasan Konservasi Terancam Rusak

"Aktivitas tambang emas ilegal (PETI) kembali marak di Putussibau Selatan, Kapuas Hulu. Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun terancam rusak. Polisi buru pemodal."
Aktivitas tambang emas ilegal (PETI) kembali marak di Putussibau Selatan, Kapuas Hulu. Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun terancam rusak. Polisi buru pemodal. (Dok. Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KAPUAS HULU – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali terpantau di Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Faktakalbar, kegiatan ilegal tersebut berlangsung di Desa Tanjung Longkang (Batang Tunai), Desa Kareho, dan sekitarnya.

Wilayah ini merupakan area terpencil yang sulit dijangkau serta berada di dalam atau berbatasan langsung dengan kawasan konservasi.

Menurut keterangan sejumlah narasumber di lapangan, lokasi aktivitas PETI ini berada jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu.

Baca Juga: Siapa KRT dan JMN? Jejak Dugaan PETI di Batas Baning Kota-Marti Guna Sintang

Akses menuju lokasi hanya dapat ditempuh menggunakan transportasi air dengan waktu hingga dua hari.

Medan yang berat, jarak tempuh yang jauh, serta tingginya biaya operasional dinilai menjadi kendala bagi aparat penegak hukum dalam melakukan pemantauan dan penindakan secara berkelanjutan.

Kendati demikian, kandungan emas yang diklaim tinggi membuat wilayah ini tetap menjadi magnet bagi para penambang, termasuk jaringan yang diduga memiliki modal besar.

Di lokasi tersebut, para pelaku menggunakan mesin gelondong untuk memecah dan menggiling batuan hingga halus guna memisahkan emas.

Pola kerja ini mengindikasikan bahwa aktivitas tersebut bukan berskala kecil atau insidental.

Jika dibiarkan, kerusakan kawasan konservasi di sekitarnya dikhawatirkan akan semakin meluas.

Seorang sumber berinisial Anji (nama samaran) mengungkapkan, kawasan tersebut memang sudah lama dikenal memiliki kandungan emas yang bagus. Hal inilah yang memicu penambang tetap nekat masuk meski berisiko tinggi.

“Emasnya disebut bagus. Itu yang membuat orang tetap masuk meskipun lokasinya jauh dan rawan,” ujar Anji, Rabu (14/1/2026).

Anji menuturkan, pada tahun lalu aktivitas PETI di kawasan tersebut sempat ditertibkan oleh kepolisian dan petugas Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK).

Dalam operasi itu, aparat disebut mengamankan lebih dari seribu pekerja.

“Penindakannya besar waktu itu. Banyak pekerja diamankan, tapi tidak lama kemudian aktivitasnya berjalan lagi,” ungkapnya.

Kini, aktivitas terlarang tersebut dikabarkan kembali beroperasi.

Lokasi yang terisolasi menjadi tantangan utama dalam pengawasan rutin. Anji juga menyebut adanya dugaan keterlibatan pemodal di balik operasi ini.