Sering Menahan Buang Air Kecil? Waspadai 4 Bahaya Serius Ini bagi Tubuh!

"Sering menahan buang air kecil? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu Infeksi Saluran Kemih hingga batu ginjal. Simak 4 bahaya menahan kencing di sini."
Sering menahan buang air kecil? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu Infeksi Saluran Kemih hingga batu ginjal. Simak 4 bahaya menahan kencing di sini. (Dok. Ist)

3. Melemahnya Otot Kandung Kemih

Bayangkan sebuah karet gelang yang terus-menerus ditarik melampaui batasnya; lama-kelamaan karet tersebut akan melar dan kehilangan elastisitasnya.

Hal serupa terjadi pada otot kandung kemih Anda.

Terlalu sering menahan kencing dalam volume besar dapat menyebabkan otot kandung kemih meregang berlebihan (distensi).

Akibatnya, otot menjadi lemah dan kehilangan kemampuan untuk berkontraksi dengan baik.

Kondisi ini bisa berujung pada inkontinensia urine (mengompol) atau justru retensi urine (sulit mengosongkan kandung kemih sepenuhnya).

4. Kerusakan Ginjal

Meskipun jarang terjadi pada kasus ringan, menahan kencing secara ekstrem dapat memengaruhi kesehatan ginjal.

Kandung kemih terhubung langsung dengan ginjal melalui saluran ureter.

Jika kandung kemih terlalu penuh, tekanan di dalamnya bisa meningkat drastis. Dalam beberapa kasus, urine bisa mengalir balik ke ginjal (refluks vesikoureteral).

Hal ini dapat membawa bakteri ke ginjal dan menyebabkan infeksi ginjal (pielonefritis) yang berpotensi merusak fungsi ginjal secara permanen.

Kapan Harus ke Dokter?

Tubuh memiliki alarm alami. Saat Anda merasakan dorongan untuk buang air kecil, itu adalah sinyal bahwa kandung kemih sudah penuh.

Segeralah cari toilet.

Jika Anda mulai merasakan nyeri pinggang, sakit saat buang air kecil, atau frekuensi kencing berubah drastis, segera konsultasikan dengan dokter.

Ingat, kesehatan ginjal dan saluran kemih Anda jauh lebih berharga daripada menunda waktu 5 menit untuk pergi ke toilet.

Baca Juga: Cara Aman Konsumsi Air Kelapa bagi Penderita Diabetes

(Mira)