Rentetan Bencana Hidrometeorologi Terjang Sejumlah Wilayah Indonesia

Tim BPBD Kabupaten Jember melakukan penanganan dan asssement saat banjir melanda Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Selasa (13/1). (Dok. BPBD Kab. Jember)
Tim BPBD Kabupaten Jember melakukan penanganan dan asssement saat banjir melanda Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Selasa (13/1). (Dok. BPBD Kab. Jember)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rangkuman kejadian bencana yang melanda berbagai wilayah tanah air hingga Jumat (16/1) pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem masih mendominasi laporan dari daerah.

Baca Juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Pati, BNPB Kirim Bantuan Logistik dan Sandbag 

Longsor dan Banjir di Pulau Jawa

Laporan pertama datang dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hujan intensitas tinggi pada lahan labil memicu tanah longsor pada Rabu (14/1), yang berdampak pada enam desa di enam kecamatan.

“Sebanyak enam desa di enam kecamatan terdampak, yakni Desa Ridogalih, Desa Mekarsari, Desa Sukamanah, Desa Cikadu, Desa Neglasari, dan Desa Sukasirna. Akibat peristiwa ini, sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK) serta beberapa akses jalan di Kecamatan Gegerbitung terdampak,” tulis laporan BNPB.

Bergeser ke Jawa Timur, banjir melanda Kabupaten Jember akibat luapan Kali Clutak. Meski sempat setinggi 100 sentimeter, air kini mulai surut menjadi 40 sentimeter. Selain itu, cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Situbondo.

“Peristiwa ini dilaporkan terjadi di Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, yang mengakibatkan 15 KK terdampak. Rinciannya, lima unit rumah mengalami rusak berat, satu unit rusak sedang, dan 10 unit rumah rusak ringan,” lanjut laporan tersebut.

Tanggul Jebol di Lombok Barat

Di Nusa Tenggara Barat, tepatnya Kabupaten Lombok Barat, banjir terjadi akibat jebolnya tanggul sungai setelah hujan deras pada Rabu (14/1). Peristiwa ini merendam permukiman di Desa Kuripan dan berdampak pada 259 jiwa.

“BPBD Kabupaten Lombok Barat telah melakukan asesmen dan menerjunkan Tim Siaga Bencana Desa untuk mengevakuasi warga terdampak bersama TNI, Polri, serta aparat desa setempat. Hingga Kamis (15/1), banjir dilaporkan berangsur surut,” bunyi keterangan resmi dalam laporan situasi tersebut.

Dampak Cuaca Ekstrem di Sulawesi

Wilayah Sulawesi juga tidak luput dari bencana hidrometeorologi. Angin puting beliung menerjang Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, yang menyebabkan kerusakan signifikan pada hunian warga di 13 desa.

“Akibat kejadian ini, sedikitnya 13 desa dan tiga kelurahan di empat kecamatan terdampak. Kerugian materiil meliputi 14 unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, serta 177 unit rumah rusak ringan,” catat BNPB.

Sementara itu, di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, banjir yang sempat merendam 95 unit rumah kini dilaporkan telah surut.

Baca Juga: BNPB Rilis Data Terbaru: Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjang Lima Provinsi dalam 24 Jam Terakhir

Imbauan Kesiapsiagaan

Merespons rentetan kejadian ini, BNPB meminta masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat berkepanjangan.

“Masyarakat diminta untuk segera meningkatkan kewaspadaan mulai dari lingkungan keluarga dan sekitar rumah. Saat beraktivitas di luar ruang dalam kondisi hujan deras dan angin kencang, masyarakat menjauhi pohon besar yang berpotensi tumbang,” imbau BNPB.

Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan kesiapan infrastruktur pengendalian banjir.

(*Red)