Buka Rapimnas 2026, Kepala Barantin Tekankan Penguatan Sistem Perkarantinaan Nasional

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, memimpin jalannya Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2026 di Bekasi. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, memimpin jalannya Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2026 di Bekasi. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, BEKASI –  Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M. Panggabean, menegaskan bahwa penguatan sistem perkarantinaan nasional menjadi tujuan utama dalam perumusan langkah strategis organisasi tahun ini, Jumat (16/01/26).

Baca Juga: Tanpa Dokumen, Karantina Kalbar Tahan Daging Beku dan Madu Ilegal di PLBN Entikong

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BUTTMKHIT), Bekasi, pada Rabu (14/01/26).

Rapimnas ini menjadi momentum penting bagi Barantin untuk melakukan konsolidasi internal.

Sahat menyebut kegiatan ini sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya sekaligus merumuskan langkah-langkah penguatan organisasi dalam menghadapi tantangan dinamika global.

“Kita harus memastikan bahwa kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat benar-benar diterjemahkan dan dilaksanakan secara konsisten di lapangan,” tegas Sahat dalam arahannya.

Menurutnya, peningkatan arus lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan saat ini menuntut sistem perkarantinaan yang semakin profesional, akuntabel, dan responsif.

Oleh karena itu, Barantin berkomitmen memperkuat tata kelola, kualitas layanan, serta integritas pengawasan di seluruh wilayah kerja.

Dalam agenda Rapimnas kali ini, terdapat empat bahasan utama, yaitu realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tahun 2025, rencana kegiatan dan anggaran 2026, tindak lanjut hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta penguatan Sistem SSM QC Barantin.

Baca Juga: Kejar Dana Bantuan Pusat, BNPB Validasi 37.888 Rumah Rusak Akibat Banjir Aceh Tamiang

Terkait pengelolaan keuangan, Sahat memberikan penekanan khusus pada aspek akuntabilitas.

Ia mengingatkan jajarannya agar perencanaan kegiatan disusun secara realistis, terukur, dan selaras dengan prioritas nasional.