“Setiap unit huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak dengan spesifikasi teras keluarga berukuran 4,8 m x 3,6 m, serta kamar mandi berukuran 1,2 m x 1,2 m di setiap unit,” jelas Hery Setiono.
Tidak hanya bangunan fisik, fasilitas pendukung kesehatan lingkungan juga menjadi prioritas.
Kawasan hunian ini dilengkapi dengan sistem sanitasi yang memadai, sumur bor untuk suplai air bersih, serta sistem pembuangan limbah sederhana.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan 80 Unit Hunian Sementara Bagi Pengungsi di Kota Padang
Kolaborasi Multipihak
Hery menambahkan, proyek ini ditargetkan rampung pada akhir Januari. Hal ini agar warga tidak lagi berada di pengungsian atau tenda darurat saat menjalankan ibadah puasa nanti.
Percepatan ini dimungkinkan berkat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan komponen masyarakat lokal.
“Keterlibatan ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga dapat mendukung perekonomian masyarakat terdampak bencana,” tambahnya.
(*Red)
















