Pucat dan Lemas Tak Kunjung Sembuh? Hindari 5 Makanan Ini Jika Punya Anemia

"Penderita anemia wajib tahu! Konsumsi zat besi saja tidak cukup jika Anda masih menyantap 5 makanan ini secara bersamaan. Simak daftar pantangannya di sini."
Penderita anemia wajib tahu! Konsumsi zat besi saja tidak cukup jika Anda masih menyantap 5 makanan ini secara bersamaan. Simak daftar pantangannya di sini. (Dok. Ist)

5. Putih Telur (Phosvitin)

Telur adalah sumber protein yang sangat baik, dan kuning telurnya pun mengandung zat besi. Namun, putih telur mengandung protein yang disebut phosvitin.

Senyawa phosvitin memiliki kemampuan mengikat zat besi yang sangat kuat.

Satu butir telur rebus saja dapat mengurangi penyerapan zat besi dari makanan lain hingga 28%.

Saran: Tetaplah makan telur karena nutrisinya penting, namun usahakan untuk membarenginya dengan makanan yang kaya Vitamin C (seperti jeruk atau stroberi) untuk membantu menetralisir efek penghambatannya.

Tips Tambahan: Kunci Penyerapan Optimal

Menghindari makanan di atas bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsinya selamanya. Kuncinya adalah pengaturan waktu (timing).

Jangan konsumsi daftar makanan di atas bersamaan dengan suplemen zat besi atau makanan utama Anda.

Sebaliknya, perbanyaklah konsumsi makanan yang mengandung Vitamin C (asam askorbat) seperti jeruk, jambu biji, atau tomat saat makan daging atau sayuran.

Vitamin C adalah “sahabat” zat besi yang mampu meningkatkan penyerapan hingga berkali-kali lipat.

Mengatasi anemia tidak cukup hanya dengan menambah asupan hati ayam atau bayam. Anda juga harus cerdas memilah apa yang masuk ke dalam piring Anda.

Dengan menghindari “pencuri” zat besi seperti tanin dan kalsium di jam makan utama, tubuh Anda akan pulih lebih cepat, dan wajah pucat pun akan kembali merona.

Baca Juga: Pentingnya Protein Hewani untuk Anak: Kunci Tumbuh Kembang, Otak Cerdas, dan Cegah Anemia

(Mira)