Iran Membara, Komunikasi Lumpuh: WNI Terisolasi 5 Hari, Kemlu Belum Putuskan Evakuasi

"Ribuan tewas dalam gejolak Iran. Keluarga di Indonesia kehilangan kontak 5 hari akibat pemadaman jaringan. Kemlu pertahankan status aman dan belum evakuasi."
Ribuan tewas dalam gejolak Iran. Keluarga di Indonesia kehilangan kontak 5 hari akibat pemadaman jaringan. Kemlu pertahankan status aman dan belum evakuasi. (Dok. Ist)

Sikap Kemlu yang menahan opsi evakuasi bertolak belakang dengan data eskalasi kekerasan yang dirilis lembaga independen.

Kemlu menyatakan kondisi di simpul WNI seperti Qom dan Isfahan masih kondusif dan hanya mengimbau WNI untuk menghindari kerumunan.

Namun, data Human Rights Activist News Agency (HRANA) mencatat angka kematian demonstran telah menembus 2.403 jiwa dengan ribuan lainnya ditangkap.

Pemadaman internet yang dilakukan Teheran dinilai pengamat sebagai upaya menutupi skala kekerasan yang sebenarnya terjadi, sehingga klaim “aman” menjadi sulit diverifikasi secara independen oleh pihak luar.

Risiko Keterlambatan Mitigasi

Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi, mengingatkan bahwa kerusuhan yang bersumber dari dalam negeri (civil unrest) memiliki pola penyebaran yang lebih acak dan berbahaya bagi warga asing dibandingkan perang antarnegara yang targetnya lebih terukur.

“Jika situasi terus meningkat, harus segera diambil langkah evakuasi,” tegas Hasibullah.

Ketiadaan jalur komunikasi aktif saat ini menjadi hambatan terbesar jika situasi mendadak memburuk (kaos).

Tanpa jaringan telepon dan internet, koordinasi titik kumpul untuk evakuasi darurat bagi WNI yang tersebar akan menghadapi kendala teknis yang fatal.

Baca Juga: Reza Pahlavi Muncul Tawarkan Diri Pimpin Transisi Iran, Ambisi Monarki di Tengah Oposisi yang Terpecah

(Mira)