Pertajam AI, Angkatan Laut AS Gelar Eksperimen Pencitraan Hiperspektral

Panel target eksperimen mengapung di atas permukaan air danau dengan latar belakang pepohonan hijau untuk pengujian sensor pencitraan hiperspektral. (Dok. Instagram/@usnrl)
Panel target eksperimen mengapung di atas permukaan air danau dengan latar belakang pepohonan hijau untuk pengujian sensor pencitraan hiperspektral. (Dok. Instagram/@usnrl)

Faktakalbar.id, NEW YORK – Laboratorium Penelitian Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Naval Research Laboratory/NRL) meluncurkan eksperimen penginderaan jauh untuk mempertajam aplikasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pencitraan hiperspektral.

Baca Juga: Kunjungi Lockheed Martin, Menteri Perang AS Tekankan Kecepatan Industri Pertahanan

Inisiatif yang diberi nama Coastal Hyperspectral Reflectance Object Material Analysis (CHROMA) ini dilaksanakan sebagai bagian dari eksperimen Open Community Institut Teknologi Rochester (RIT) di New York.

Eksperimen yang berlangsung pada 4-19 September 2025 ini bertujuan mengembangkan teknologi yang mampu memberikan sidik jari spektral unik untuk setiap piksel gambar.

Jika digabungkan dengan AI, teknologi ini menjadi alat ampuh untuk mendeteksi perbedaan material yang halus dan mengamati perubahan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir dan perairan.

“NRL adalah mitra utama dalam keberhasilan ROCX. Berbagai penyebaran material di air dan darat memperkaya nilai eksperimen secara keseluruhan, dan profesionalisme staf mereka adalah contoh yang baik bagi mahasiswa dan kolaborator yang berpartisipasi,” ujar John Kerekes, profesor riset RIT.

Kepala Cabang Operasi Informasi NRL, Gautam Trivedi, menjelaskan bahwa Angkatan Laut selalu bergantung pada kemampuannya untuk mengindra, menafsirkan, dan merespons lingkungan.

Baca Juga: Pasca Operasi Caracas, Kapal Induk Nuklir AS Pamer Kekuatan di Laut China Selatan

“Dengan CHROMA, kami membangun fondasi bagi generasi intelijen lingkungan berikutnya, di mana AI dan penginderaan canggih bekerja berdampingan,” kata Trivedi.

Dalam pelaksanaannya, tim NRL mensinkronkan penerbangan dan berbagai jenis sensor untuk menangkap pengamatan secara hampir bersamaan.

Pendekatan ini memastikan data dari satelit, pesawat terbang, pesawat nirawak (drone), dan sensor darat dapat dibandingkan secara akurat.

Para peneliti mengumpulkan pengukuran dari panel logam yang dibuat khusus serta sampel batuan dan mineral alami.

Target-target ini berfungsi sebagai titik referensi untuk meningkatkan algoritma AI dalam memecahkan tantangan penginderaan jauh yang disebut hyperspectral unmixing atau pemisahan spektral campuran.

Superintendent Divisi Teknologi Informasi NRL, Joey Mathews, menegaskan bahwa eksperimen ini memindahkan teknologi hiperspektral dari laboratorium ke pengaturan operasional yang realistis.