Faktakalbar.id, KUTAI BARAT – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 827/Mahakam Cakti Yudha di Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Selasa (13/01/2026).
Baca Juga: Perkuat Diplomasi Pertahanan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Temui Petinggi Militer Pakistan
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan satuan sekaligus memberikan arahan strategis terkait pembinaan prajurit TNI di masa depan.
Dalam arahannya di hadapan para prajurit, Menhan Sjafrie menegaskan pentingnya penerapan sistem pembinaan berbasis meritokrasi.
Ia menekankan bahwa prestasi, kapasitas, dan kapabilitas harus menjadi tolak ukur utama dalam pengembangan karier setiap personel.
Selain itu, pendekatan belajar sambil bertugas (learning by doing) juga ditekankan sebagai metode pembinaan berkelanjutan yang harus diterapkan bagi seluruh jenjang kepangkatan, mulai dari Tamtama, Bintara, hingga Perwira.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kementerian Pertahanan terus memperkuat fasilitas pembinaan di lingkungan TNI AD dengan penyediaan sarana pembelajaran yang adaptif dan modern.
Baca Juga: Pangdam Jamallulael Tinjau Yonif 882/Hulubalang, Batalyon Baru Penggerak Ketahanan Pangan
Salah satu implementasi nyata terlihat di jajaran Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 85/Benua Taka Cakti (BTC).
Satuan ini telah memanfaatkan fasilitas “TV Merah Putih”, sebuah perangkat smart TV edukatif dukungan dari Kementerian Pertahanan.
Fasilitas ini digunakan untuk meningkatkan penguasaan teknologi serta kemampuan bahasa Inggris para prajurit.
Upaya modernisasi metode pembelajaran ini diharapkan dapat mendukung kesiapan tugas operasional serta memperluas kapasitas prajurit dalam menjalin kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.
(fr)
















