“Di bawah lingkungan keamanan yang tidak dapat diprediksi… kami akan berupaya mempercepat pembangunan kemampuan pertahanan, memanfaatkan sepenuhnya peluang untuk pertukaran pertahanan dan latihan gabungan, memperkuat kolaborasi dengan sekutu dan negara-negara yang berpikiran sama, serta meningkatkan interoperabilitas,” tegas Morita.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (JMSDF), Laksamana Akira Saito, mengungkapkan rencana strategis tahun 2026.
Kapal perusak JS Chokai (DDG-176) akan dilengkapi dengan rudal jelajah Tomahawk, menjadikannya kapal pertama dengan kemampuan pertahanan jarak jauh (stand-off defense capabilities) di laut.
Selain itu, peningkatan kapal perusak kelas Izumo dan akuisisi F-35B yang stabil akan memperkuat operasi maritim dan udara yang terintegrasi.
Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan kemampuan operasional Komando Operasi Gabungan.
“Menghadapi kenyataan ini secara langsung, saya sangat yakin bahwa peran Pasukan Bela Diri Maritim Jepang menjadi semakin penting,” kata Saito.
Di matra darat, Kepala Staf Angkatan Darat (JGSDF), Letnan Jenderal Masayoshi Arai, menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mempromosikan penguatan mendasar kemampuan pertahanan darat.
JGSDF juga aktif berpartisipasi dalam berbagai latihan lapangan terbesar dengan Korps Marinir AS serta latihan pos komando gabungan dengan pasukan AS dan Australia.
(fr)












