Faktakalbar.id, KETAPANG – Kerusakan infrastruktur jalan berstatus milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Kabupaten Ketapang kian memprihatinkan.
Kondisi ini memicu gelombang protes dari masyarakat setempat yang menilai Gubernur, Wakil Gubernur, hingga Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) daerah pemilihan (Dapil) Ketapang lamban dalam merespons keluhan publik.
Baca Juga: Jalan Provinsi di Ketapang Rusak Parah, Warga Tagih Janji Pemprov Kalbar dan DPRD
Kurniawan (49), salah seorang warga Ketapang, meluapkan kekecewaannya terhadap Pemprov Kalbar dan para wakil rakyat di tingkat provinsi.
Menurutnya, pihak berwenang terkesan menutup mata terhadap penderitaan pengguna jalan.
“Kami amat sangat kecewa, kondisi jalan provinsi semakin hancur lebur misalkan Jalan Tumbang Titi-Tanjung, Pesaguan-Kendawangan, Sei Gantang-Teluk Batu dan lainnya yang setiap hari masyarakat berteriak dan mengeluh namun tidak ada respon dan reaksi nyata dari Pemprov Kalbar maupun Anggota DPRD Kalbar yang berasal dari Ketapang, seolah-olah mereka tidak mau peduli sama kami,” ketusnya, Senin (12/01/2026).
Senada dengan Kurniawan, warga Kecamatan Kendawangan, Rusdi (40), juga menyoroti kinerja para legislator asal Ketapang yang duduk di kursi DPRD Provinsi.
“DPRD Kalbar asal Ketapang yang terkesan tidak berbuat bahkan seperti tidur pulas dan diam melihat kami masyarakat teriak dan mengeluh soal sejumlah jalan provinsi rusak parah,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Ketapang, Mochtar, menjelaskan bahwa kewenangan perbaikan jalan tersebut berada di tangan pemerintah provinsi.
Ia berharap Pemprov Kalbar segera merespons karena seringkali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang menjadi sasaran amarah warga.
Baca Juga: Jalan Provinsi di Ketapang Rusak Parah, Warga Tagih Janji Pemprov Kalbar dan DPRD
















